Sayang,,
Kau tahu, rinduku untukmu seperti udara
yang tak mampu untuk tak kuhirup
Ditiap hembusnya adalah anugrah untuk kita
Dengan saling menyindir simpul
untuk merangkai pelangi dibias awan
Menjadi baris hiasan peneduh langit
Kita berjalan,
Menyambut fajar dengan saling bergandeng tangan,
Memegang erat jemari kita
Dan acap kali melempar lirik menjadi senyum,
Dimatamu yang sayu menitik embun
Sampai kedipnya begitu bening
Dilembut bulu matamu,
Embun menetes lunglai ke pipi
Begitu halus saat kuseka
Sehingga begitu manis pada bibirmu yang tipis,
Mengiring pagi tanpa ujung rangkaian kisah kita
Dan saya, tak akan mau melepas jemari kecilmu
Setiap kata yang saling kita ucapkan,
Setiap rasa yang saling kita dengarkan,
Dan setiap binarnya
Adalah keadaan tentang kita, yang selalu kita terka menjadi kebahagian utuh
sampai penghujung pun kita tidak akan kenal akhir
berbincang dengan bahasa kabut
yang kembali untuk saling memaknai
sepenuh rasa,
--
agus_ngawi 085733246907
No comments:
Post a Comment