Wednesday, 14 August 2013

Kita Akan Berbicara Lewat Bahasa Kabut

Sayang,,
Kau tahu, rinduku untukmu seperti udara
yang tak mampu untuk tak kuhirup
Ditiap hembusnya adalah anugrah untuk kita
Dengan saling menyindir simpul
untuk merangkai pelangi dibias awan
Menjadi baris hiasan peneduh langit

Kita berjalan,
Menyambut fajar dengan saling bergandeng tangan,
Memegang erat jemari kita
Dan acap kali melempar lirik menjadi senyum,

Dimatamu yang sayu menitik embun
Sampai kedipnya begitu bening
Dilembut bulu matamu,
Embun menetes lunglai ke pipi
Begitu halus saat kuseka
Sehingga begitu manis pada bibirmu yang tipis,

Mengiring pagi tanpa ujung rangkaian kisah kita
Dan saya, tak akan mau melepas jemari kecilmu

Setiap kata yang saling kita ucapkan,
Setiap rasa yang saling kita dengarkan,
Dan setiap binarnya
Adalah keadaan tentang kita, yang selalu kita terka menjadi kebahagian utuh
sampai penghujung pun kita tidak akan kenal akhir
berbincang dengan bahasa kabut
yang kembali untuk saling memaknai
sepenuh rasa,

--
agus_ngawi 085733246907

Monday, 12 August 2013

Biar Menjadi Gila, Sampai Malaikat pun Turun Karena Cemburu

samudera memisah hari
Dan aku perlahan-lahan menjadi gila
saya membaca suaramu di pesan
Tapi itu tidak menghentikan rasa rindu
menerka setiap inci lakumu
namun semuanya terasa kosong
Bagaimana kita bisa mengatakan selamanya
jika kau berada diawal pagi
sedangkan aku menanti pelangi senja

kecuali saya memupuk keyakinan

kemana pun kamu pergi
Apa pun yang kamu lakukan
saya akan di sini menunggu untuk senyummu
Apa pun yang diperlukan
Atau bagaimana istirahat hatiku
saya akan di sini menunggu untuk sapamu

saya mengambil satu rindu untuk diberikan, menjadi sepotong awan
Yang saya pikir akan bertahan entah bagaimana
namun begitulah semua sapaku akan berada disampingmu

saya mendengar suara tawa,
saya merasakan bulu mata jatuh,
Tapi aku tidak bisa dekat kamu
untuk saat sekarang

saya bertanya-tanya kepada hati,
bagaimana kita bisa bertahan tentang asmara ini
yang pada akhirnya sebenarnya
jika saya ada bersamamu
saya akan mengambil kesempatan dengan kesepakatan utuh

sampai malaikat menjadi gila
turun dengan rasa cemburu saat kugenggam jemarimu


Sunday, 11 August 2013

saya tak mampu untuk tidak kangen

memudar dari hari menjadi malam
dan saya masih mengenangmu dibait percakapan terakhir kita,.
mengeja tiap hurufnya menjadi tumpuan rindu

kubaca tiap pagi,,,
seperti senyummu yang sehangat matahari
kusapa siangnya,,,
untuk penyejuk hatiku yang selalu ingin bersama senyummu
kupilah malamnya..,,
untuk kubawa menjadi mimpi termanis

dan,
dan saya hampir bisa merasakan kamu disini,
berbaring disampingku
mendekapmu untuk malam ini,
merasakan detak jantungmu
menyeka tiap hembus nafasmu
seterusnya dan seterusnya, sampai pagi tak pernah datang,

semua kenangan kita utuh
mematri ke relung inci tiap nadi
menjadi satu kisah
dimana pada tiap jedanya
saya tak mampu untuk tidak kangen

Saturday, 10 August 2013

Syaktah Puisi: Bulan Menggantung Tanpa Purnama

Telah kuhaturkan sebagian percakapan, sebagai pemanis dan seluruh
anganku denganmu.,
Menandu mimpi yang tak mau kubangunkan,

Menjelang baitnya kusisipkan sayang,
Pada selanjutnya kutelusupkan umpat, agar kau sedikit menjauh
Sampai kukejar lagi dengan segunung rindu,
Dan kita tidak akan kenal lelah untuk mengenal,

Bukan karena suatu permainan,
Melainkan untuk membentuk ikatan.
hingga kesekian kalinya,,
Sampai tiap lembar putihnya hanya untuk menulis namamu.

Kau tanyakan mengapa?

Karena ada sesuatu yang dalam, pada caramu menyapaku

Seolah-olah hatiku tahu,
kau adalah bagianku yang
hilang

Kau membuatku percaya,
bahwa tidak
ada yang lain
dari dunia ini sampai aku menjadi demikian

Aku tidak
pernah tahu apa maksud ungkapanmu,
Tapi aku tahu ada sesuatu pada caramu menyapaku

Sampai berikut, aku hanya mengenangmu dengan sebuah lagu.
Dan bulan menggantung tanpa purnama

--
agus_ngawi 085733246907