Sunday, 12 May 2013

Syaktah: Berhenti Sejenak Mengeja Manismu

berhenti sejenak mengeja manismu
lepas tengah malam ini kami bertegun
menata simpuh melirik peraduan
malam akan datang beserta dingin

berbisik halus seperti sapamu
embun telah bersiap memenuhi sisi
saat terakhir masih ku eja wagumu
lewat satu angan rindu

iya, masih saya ingat percakapan kita
salammu masih kusimpan
senyummu msih berbekas
lirikmu tak mampu kulupakan

jangan khawatir
tak perlu resah
tidak baik bersusah

karena matahari masih datang esok
dengan senyum hangat

manalagi yang kamu ragukan
kita masih berteman
kita masih bersapa
dan terakhir
kita masih bersyaktah
berhenti sejenak melempar senyum